Importir Blackberry Wajib Punya Service Center
Meskipun, RIM telah mendirikan Authorized Repair Facility di Indonesia, Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) menyatakan tetap akan menghentikan impor Handset Blackberry seri terbaru kepada importir yang tidak menyediakan service center.
“Setiap importir Blackberry juga harus punya service center,” kata anggota BRTI, Heru Sutadi saat dihubungi okezone, Rabu (26/8/2009).
Selain empat operator, XL, Indosat, Telkomsel, dan Axis, di Indonesia terdapat sejumlah importir Blackberry.
“Nanti kami akan mengumpulkan seluruh importir untuk membicarakan masalah service center,” kata Heru.
Sebelumnya, BRTI telah memutuskan bahwa secara prinsip BRTIdapat menerima kelengkapan, mekanisme dan prosedur yang dimiliki RIM-Authorized Repair Facility di Indonesia. Namun demikian, BRTI tetap meminta RIM untuk menjalankan beberapa komitmen yang ada. Bahkan, untuk mengantisipasi mangkirnya RIM dari komitmen tersebut, BRTI meminta RIM untuk menuliskannya di atas kertas, lengkap dengan materai, yang dapat mengikat RIM secara hukum.
Salah satu komitmen yang harus dijalankan RIM adalah menyertakan surat pernyataan kesanggupan memberikan garansi serta layanan puma jual di atas materai dalam setiap pengajuan sertifikasi perangkat yang akan dipasarkan di Indonesia, kecuali jika alat dan perangkat telekomunikasi tidak untuk diperdagangkan.
RIM-Authorized Repair Facility yang disediakan sebagai pusat layanan purna jual ini bersifat total solution, sehingga setiap kerusakan apapun tingkatnya tidak perlu dibawa perangkat telekomunikasi milik konsumen yang rusak tersebut keluar dari Indonesia.
