Microsoft, Amazon, Yahoo Bersatu Menentang Google

Tiga pesaing terbesar Google telah bergabung dalam perjuangan melawan penyelesaian pengadilan yang akan memberi Google hak untuk menjual jutaan buku di internet. Microsoft, Jumat (21/8), mengkonfirmasi pihaknya telah sepakat untuk bergabung dalam satu koalisi yang menentang kesepakatan Google tersebut dengan Amazon dan Yahoo. Demikian dikutip dari Xinhuanet-OANA.

Koalisi yang disebut Open Book Alliance itu menentang penyelesaian yang dicapai antara Google, Association of American Publishers, dan Authors Guild. Penyelesaian tersebut akan mengizinkan Google memajang beberapa bagian buku di internet dan menjual salinan digitalnya.

Satu pengadilan akan mengkaji lagi kesepakatan itu untuk diputuskan pada 7 Oktober mendatang. Koalisi itu menyatakan sedang mempertimbangkan apakah akan mengajukan tantangan terhadap penyelesaian tersebut ke pengadilan. “Kami telah mengadakan serangkaian percakapan dengan organisasi yang agak beragam yang memiliki kepentingan untuk berbicara bersama dalam menyampaikan keprihatinan tentang penyelesaian itu,” kata Peter Brantley, direktur Internet Archive dan juru bicara bagi Open Book Alliance seperti dikutip ANTARA.

“Kami akan mengangkat kemungkinan agar penyelesaian tersebut diubah guna menciptakan pasar yang lebih terbuka bagi semua buku.”

Gagasan penjualan buku melalui internet oleh Google yang disebut Google Books, telah menghimpun satu juta buku umum dengan hak cipta yang telah berakhir masanya. Sebelum itu, Google harus menyelesaikan masalah yang cukup pelik. Pasalnya, para penerbit dan perhimpunan penulis menuntut Google karena melakukan pelanggaran hak cipta pada penghujung 2005 sehubungan dengan rencana perusahaan itu untuk memindai dan menyalin jutaan buku dari koleksi perpustakaan yang banyak di antaranya masih memiliki hak cipta. Penyelesaian pun didapat setelah Google setuju memberi kompensasi bagi para penulis dan penerbit yang buku dengan hak ciptanya dipindai tanpa izin sebesar 45 juta dolar AS.

Leave a Reply